Blog

Beragam Tips dan Inspirasi Untuk UMKM Indonesia

Cara Menghitung Biaya Operasional Usaha agar Lebih Terkontrol

 27 Oktober 2026
 biaya operasional, keuangan UMKM, pengeluaran usaha, pengelolaan biaya, tips bisnis
Cara Menghitung Biaya Operasional Usaha agar Lebih Terkontrol

Menjalankan usaha bukan hanya tentang meningkatkan penjualan, tetapi juga mengelola pengeluaran dengan baik. Banyak pemilik UMKM memiliki omzet yang cukup besar, tetapi keuntungan tetap kecil karena biaya operasional tidak terkontrol.

Karena itu, memahami cara menghitung biaya operasional sangat penting agar keuangan bisnis lebih sehat dan keuntungan dapat dimaksimalkan.

1. Apa Itu Biaya Operasional Usaha?

Biaya operasional adalah pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, di luar biaya yang sudah diperhitungkan sebagai harga pokok penjualan (HPP).

Beberapa contoh biaya operasional antara lain:

  • Sewa tempat usaha

  • Gaji karyawan administrasi atau penjualan

  • Listrik, air, dan internet

  • Biaya transportasi operasional

  • Biaya promosi dan pemasaran

  • Perawatan peralatan usaha

Dengan mengetahui pengeluaran tersebut, pemilik usaha dapat memahami berapa biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis setiap bulan.

2. Pisahkan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Agar lebih mudah dihitung, kelompokkan biaya operasional menjadi dua jenis.

Biaya tetap adalah biaya yang relatif tidak berubah meskipun jumlah penjualan meningkat atau menurun, seperti sewa tempat dan gaji tetap.

Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti aktivitas usaha, seperti biaya pengemasan, komisi penjualan, atau biaya pengiriman yang ditanggung penjual.

Pastikan biaya yang sudah dimasukkan ke dalam HPP tidak dihitung kembali sebagai biaya operasional.

3. Cara Menghitung Biaya Operasional

Rumus sederhananya adalah:

Total Biaya Operasional = Biaya Tetap + Biaya Variabel Operasional

Misalnya, sebuah toko memiliki pengeluaran bulanan sebagai berikut:

Jenis Pengeluaran Biaya
Sewa tempat Rp1.500.000
Gaji karyawan Rp2.000.000
Listrik dan internet Rp500.000
Transportasi operasional Rp300.000
Promosi Rp400.000
Biaya operasional lainnya Rp300.000
Total Biaya Operasional Rp5.000.000

Artinya, toko tersebut membutuhkan biaya operasional sebesar Rp5.000.000 setiap bulan, di luar HPP dan biaya lain yang belum dimasukkan.

4. Bandingkan dengan Pendapatan Usaha

Setelah mengetahui total biaya operasional, bandingkan dengan omzet bulanan.

Misalnya, omzet toko mencapai Rp20.000.000 dengan biaya operasional Rp5.000.000.

Rumus rasio biaya operasional:

Rasio Biaya Operasional = (Total Biaya Operasional ÷ Omzet) × 100%

Perhitungannya:

(Rp5.000.000 ÷ Rp20.000.000) × 100% = 25%

Artinya, biaya operasional setara dengan 25% dari omzet.

Namun, angka tersebut belum menunjukkan laba bersih karena HPP, pajak, dan biaya lainnya juga perlu diperhitungkan.

5. Evaluasi Pengeluaran Secara Rutin

Setelah mengetahui biaya operasional, lakukan evaluasi setiap bulan.

Perhatikan pengeluaran yang meningkat, biaya yang kurang penting, serta peluang untuk menghemat tanpa mengurangi kualitas produk dan pelayanan.

Anda juga perlu membandingkan biaya operasional dengan perkembangan penjualan agar keputusan bisnis lebih tepat.

Untuk membantu pencatatan transaksi, Anda dapat menggunakan aplikasi kasir Kasmini.

Kasmini membantu UMKM mencatat transaksi dan mengelola data penjualan dengan lebih praktis. Data tersebut dapat menjadi acuan untuk mengevaluasi kondisi usaha jika dilengkapi dengan pencatatan pengeluaran operasional.

Kasmini dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha seperti toko, F&B, bengkel, laundry, jasa, dan UMKM lainnya dengan sistem sekali beli tanpa biaya langganan bulanan.

Kesimpulan

Menghitung biaya operasional membantu pemilik UMKM mengetahui berapa pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.

Mulailah dengan mencatat seluruh pengeluaran, memisahkan biaya tetap dan variabel, menghitung total biaya, serta membandingkannya dengan omzet usaha.

Dengan pencatatan dan evaluasi yang konsisten, pemilik usaha dapat mengontrol pengeluaran dan menjaga keuntungan bisnis.

Ingat, meningkatkan keuntungan bukan hanya tentang menjual lebih banyak, tetapi juga mengelola biaya dengan lebih bijak.

Mulai Digitalisasi Bisnis Anda dengan Kasmini

Gunakan aplikasi kasir Android tanpa biaya langganan yang dirancang untuk UMKM, toko, bengkel, laundry, dan berbagai jenis usaha lainnya. Hubungi tim Kasmini untuk konsultasi atau mulai menggunakan aplikasi sekarang.

HUBUNGI KAMI
kasmini-kontak