Cara Menghitung BEP (Break Even Point) untuk Usaha Kecil
Dalam menjalankan usaha, mendapatkan banyak penjualan belum tentu berarti sudah mendapatkan keuntungan. Pemilik usaha perlu mengetahui kapan pendapatan yang diperoleh sudah cukup untuk menutup seluruh biaya.
Salah satu cara mengetahuinya adalah dengan menghitung BEP (Break Even Point) atau titik impas.
Apa Itu BEP?
BEP adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya usaha.
Artinya, pada titik tersebut bisnis belum mendapatkan keuntungan, tetapi juga sudah tidak mengalami kerugian.
Dengan mengetahui BEP, pemilik UMKM dapat memperkirakan berapa banyak produk yang harus dijual agar seluruh biaya usaha dapat tertutup.
Cara Menghitung BEP
Sebelum menghitung BEP, ada tiga angka yang perlu diketahui:
Biaya tetap: biaya seperti sewa tempat, gaji tetap, dan biaya rutin lainnya.
Harga jual: harga produk kepada pelanggan.
Biaya variabel: biaya yang berubah sesuai jumlah produk yang dijual, seperti bahan baku atau kemasan.
Rumus sederhananya:
BEP (unit) = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual - Biaya Variabel per Unit)
Contoh Menghitung BEP
Misalnya sebuah usaha memiliki:
Biaya tetap per bulan: Rp3.000.000
Harga jual produk: Rp50.000
Biaya variabel per produk: Rp30.000
Keuntungan kontribusi dari setiap produk adalah:
Rp50.000 - Rp30.000 = Rp20.000
Maka:
BEP = Rp3.000.000 ÷ Rp20.000 = 150 produk
Artinya, usaha tersebut perlu menjual sekitar 150 produk per bulan untuk mencapai titik impas.
Jika berhasil menjual lebih dari 150 produk, penjualan berikutnya mulai memberikan kontribusi terhadap keuntungan usaha, dengan asumsi biaya lainnya tidak berubah.
Mengapa BEP Penting untuk UMKM?
Dengan mengetahui BEP, pemilik usaha dapat menentukan target penjualan dengan lebih realistis.
Misalnya, jika BEP adalah 150 produk per bulan, Anda bisa menghitung berapa produk yang perlu terjual setiap hari untuk mencapai target tersebut.
BEP juga dapat membantu ketika menentukan harga jual, mengevaluasi biaya, atau merencanakan pengembangan usaha.
Catat Transaksi agar Perhitungan Lebih Mudah
Perhitungan BEP akan lebih akurat jika data penjualan dan biaya usaha tercatat dengan baik.
Untuk pencatatan transaksi penjualan, Anda dapat menggunakan aplikasi kasir Kasmini. Kasmini membantu UMKM mengelola transaksi dan melihat data penjualan dengan lebih praktis.
Kasmini dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha seperti toko, F&B, bengkel, laundry, jasa, dan UMKM lainnya, dengan sistem sekali beli tanpa biaya langganan bulanan.
Kesimpulan
Menghitung BEP sebenarnya tidak terlalu rumit.
Anda hanya perlu mengetahui biaya tetap, harga jual, dan biaya variabel setiap produk. Dari sana, Anda dapat mengetahui jumlah minimum penjualan yang diperlukan agar bisnis mencapai titik impas.
Dengan memahami BEP, target usaha tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan perhitungan yang lebih jelas.