Blog

Beragam Tips dan Inspirasi Untuk UMKM Indonesia

Berapa Persen Keuntungan yang Ideal untuk UMKM?

 12 September 2026
 keuntungan UMKM, margin keuntungan, laba UMKM, harga jual, bisnis
Berapa Persen Keuntungan yang Ideal untuk UMKM?

Menentukan keuntungan adalah salah satu hal penting dalam menjalankan bisnis. Jika keuntungan terlalu kecil, bisnis akan sulit berkembang. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, harga produk bisa menjadi kurang kompetitif.

Lalu, berapa persen keuntungan yang ideal untuk UMKM?

Sebenarnya tidak ada angka yang berlaku untuk semua jenis usaha. Besarnya keuntungan tergantung pada jenis produk, modal, biaya operasional, dan kondisi pasar.

Namun, sebagai gambaran, banyak UMKM menargetkan margin keuntungan sekitar 20%–50% dari harga jual, tergantung jenis usahanya.

Contoh Menghitung Keuntungan

Misalnya Anda membeli sebuah produk dengan harga Rp50.000 dan ingin mendapatkan margin sekitar 30%.

Perhitungannya:

Harga jual = Rp50.000 ÷ (1 - 30%) = sekitar Rp71.500

Jadi, produk tersebut bisa dijual sekitar Rp70.000–Rp72.000, dengan tetap mempertimbangkan harga pasar dan biaya lainnya.

Perlu diingat, keuntungan dari penjualan belum tentu menjadi keuntungan bersih. Anda masih perlu memperhitungkan biaya seperti listrik, sewa tempat, gaji karyawan, transportasi, kemasan, dan biaya operasional lainnya.

Jangan Hanya Mengejar Keuntungan Besar

Keuntungan yang besar dari satu produk belum tentu membuat bisnis lebih menguntungkan.

Contohnya, produk dengan keuntungan Rp10.000 tetapi terjual 100 kali bisa memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan produk dengan keuntungan Rp30.000 tetapi hanya terjual 10 kali.

Karena itu, pemilik UMKM sebaiknya memperhatikan beberapa hal sekaligus:

  • Margin keuntungan
  • Jumlah penjualan
  • Perputaran stok
  • Biaya operasional
  • Laba bersih

Dengan melihat semuanya, Anda bisa mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan yang sehat.

Catat Penjualan agar Keuntungan Lebih Mudah Dipantau

Semakin banyak transaksi, semakin sulit jika semua pencatatan dilakukan secara manual.

Menggunakan aplikasi kasir dapat membantu mencatat transaksi, memantau penjualan, dan membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih rapi.

Kasmini hadir sebagai aplikasi kasir untuk membantu UMKM mengelola transaksi usaha dengan lebih praktis. Kasmini tersedia untuk berbagai jenis usaha seperti toko, F&B, bengkel, laundry, jasa, dan lainnya.

Kasmini juga menggunakan sistem sekali beli tanpa biaya langganan bulanan, sehingga cocok bagi UMKM yang ingin mulai menggunakan aplikasi kasir tanpa harus membayar biaya berlangganan setiap bulan.

Kesimpulan

Jadi, 20%–50% bisa menjadi gambaran awal margin keuntungan untuk UMKM, tetapi bukan angka yang wajib diterapkan pada semua bisnis.

Yang terpenting adalah menghitung modal dengan benar, memperhatikan biaya operasional, melihat harga pasar, dan memastikan keuntungan yang diperoleh cukup untuk membuat bisnis terus berkembang.

Dengan pencatatan penjualan yang rapi, Anda juga akan lebih mudah mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya memiliki omzet yang besar.

Mulai Digitalisasi Bisnis Anda dengan Kasmini

Gunakan aplikasi kasir Android tanpa biaya langganan yang dirancang untuk UMKM, toko, bengkel, laundry, dan berbagai jenis usaha lainnya. Hubungi tim Kasmini untuk konsultasi atau mulai menggunakan aplikasi sekarang.

HUBUNGI KAMI
kasmini-kontak